Perasaan Saya Ketika Orang Tua Meninggal Dunia
Perasaan Saya Ketika Orang Tua Meninggal Dunia

Perasaan Saya Ketika Orang Tua Meninggal Dunia

bapak meniggal, di tinggal bapak selamanya, menikah tanpa seoarang bapak

Tokohsebelah.com- Sudah 8 hari Lewat Orang tuaku meninggal dunia (Bapak ku), Entah apa yang harus saya lakukan di masa depan ku tanpa sesosok orang tua bapak, Sampai saat ini saya masih mengikuti jalan alur kehidupanku yang di takdirkan allah, mungkin saya masih terlihat sadar, masih bisa mengeluarkan senyuman buat keluarga (ibu,saudara,teman). Apa lagi pekerjaan ku yang mengharuskan aku untuk senyum menyambut castomer dengan baik, tentu aku akan terlihat normal dan Seperti tidak ada masalah apa-apa.

Kalau anda pernah merasakan apa yang saya rasakan (di tinggal orang tua bapak untuk selamanya), mungkin anda bisa merasakan apa yang saat ini saya rasakan, begitu dalam, begitu kelam, begitu sesak dada ini untuk melupakan ingatan kenangan masa dulu, bila saya ingat pada saat di gendong di masa kecil, di berikan apa yang saya minta, tidur bersama, serasa semua itu hanyalah angin yang lewat dalam sekejap ketika bapakku meninggalkan aku untuk selamanya.

Saya sebagai anak, masih merasakan setiap menit ada sesuatu yang kosong dan Seperti kekurangan raga dalam hati dan pikiran saya ini, entah kenapa kejadian ini sering saya anggap hanya mimpi.

Terkadang pada suatu waktu, hati ini berkata kalau bapak saya ternyata sudah meninggal, air mata menetes dari dalam hati yang tidak bisa di lihat oleh orang lain, hanya saya sendiri yang bisa merasakan kehancuran yang ada dalam hati ini.

Saya seperti kekurangan oksigen bila mana saya teringat kenangan masa-masa kecil dulu, akan kah saya bisa seperti dulu lagi kelak? , Saya hanya bisa membayangkan ketika masa-masa dulu bisa terjadi lagi, betapa bahagianya saya, semangat yang hanya sisa 50% hanya saya limpahkan di tempat kerja saya, agar saya tetap profesional dalam bekerja, namun hilanglah rasa semangat saya ketika saya pulang dari tempat kerja saya, saya serasa hanya mempunyai semangat 5% saja.

Masih kurang saya di gendong bapak, di taru di atas bahu ketika berjalan, saya pun di kala itu memegang kepala bapak takut jatuh, dan di berikan jajan apa yang aku minta, di berikan mainan apa yang aku minta, dan du berikan apapun yang aku tidak memintanya, itu semua karna bapakku sayang aku.

Saya menulis artikel sekarang ini, seandainya kalian tahu kalau sekarang ini air mata saya menetes di atas Keyboard notebook saya, tanpa henti air mata saya keluar menetes satu demi satu beruntun, saya hanya Ingin merasakan kebersamaan dengan bapak saya seperti dulu lagi.
Saya pun selalu mendoakan beliau ketika saya ingat beliau, agar beliau bangga disana kalau beliau mempunyai anak yang selalu mendoakan beliau, karna hanya doa lah yang beliau harapkan dari saya.
Bersyukur kepada Allah tetap saya panjatkan, karna saya tidak termasuk golongan anak-anak yang nakal, terimakasih ya Allah.

Sulit untuk saya jelaskan Seperti apa perasaan seorang anak ketika di tinggal orang tua bapak, bisa di bilang seperti plastik yang diam dan hanya bisa bergerak ketika ada tiupan angin saja, penyesalan yang dalam dan selalu merasakan kurang dalam memberikan sesuatu di masa hidupnya beliau, seandainya beliau masih hidup dan meminta barang apapun serasa ingin saya kabulkan langsung permintaan beliau dalam 1 detik saja, itulah perasaan yang saat ini saya rasakan.

Saya mohon maaf selama 8 hari dari tanggal 18-25 saya belum bisa membuat sebuah postingan di dalam blog ini, saya pada saat itu tidak bisa memikirkan apapun dan siapapun selain memikirkan beliau, karna beliau sempat mengingat kan saya di masa hidupnya beliau untuk membawa pulang wanita idaman saya (pacar) agar beliau bisa melihat calon mantu beliau, tapi apalah saya ketika itu saya masih belum menemukan pasangan yang pas buat saya bawa pulang untuk di perkenalkan kepada beliau, itulah yang sering terlintas di dalam fikiran saya.

Banyak lemparan ucapan belasungkawa kepada saya, ketika teman dan famili lain nya mengucapkan belasungkawa/turut berdukacita kepada saya, rasanya saya ingin marah, emosi dan kesal, karna saya merasa beliau masih hidup dan hidup, cuma saya mencoba sadari diri kalau niat mereka semua baik, tidak lain  hanyalah ikut berduka atas kepergian bapak saya, dan itulah yang saya alami sampai detik ini.
Saya hanya bisa berterimakasih sebanyak-banyak nya kepada teman-teman dan famili-famili yang turut berduka dan ikut mendoakan beliau, karna doa kalian akan berguna buat beliau di alam sana.

Inilah perasaan seorang anak seperti saya ketika di tinggal orang tua (bapak) meninggal dunia, saran saya buat anda-anda yang masih lengkap orang tuanya, jangan pernah menunda-nunda untuk bertemu orang tua dan selalu berikan kesukaan orang tua anda, kabulkan apa yang orang tua anda minta, agar anda tidak menyesal di kemudian hari seperti saya.

Saya membagikan pengalaman ini tidak lain untuk di jadikan wawasan dan kesadaran bagi kalian semua termasuk saya pribadi, dan Artikel ini akan menjadi Artikel historis yang dimana kelak ketika saya sudah berkeluarga bisa membacanya kembali.


Sekian dari saya
Terimakasih.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang blogger yang selalu memberikan motivasi baru dan menshering hal-hal yang positif.