Pengalaman Berwisata Ke Pulau Mandangin Sampang Madura | wisata terbagus di madura
Pengalaman Berwisata Ke Pulau Mandangin Sampang Madura | wisata terbagus di madura

Pengalaman Berwisata Ke Pulau Mandangin Sampang Madura | wisata terbagus di madura

Kesimpulan Persiapan sebelum anda berangkat ke pulau mandangin 1. Bawa saku yang cukup [ 200rb per orang itu sudah banyak lebih nya nanti ]. 2. bawa bekal buat jaga-jaga [ roti dan minuman botol besar cukup ]. 3. Bawa jaket tebal dan melebihi ukuran adan anda [ supaya bila tidur di dekat laut angin nya ombak yang begitu besar tidak langsung masuk ke badan anda ]. 4. Bawa tolak angin secukupnya [ disana tengah laut jadi hindari sakit badan ]. 5. bawa kamera yang bagus [ kamera android juga gak masalah yang penting ada kenangan ].

Wisata Madura Pulau mandangin paling indah dan bersejarah



Foto saya ambil dari gmaps.


Pengarang kreatif : Syaiful romadhon



Madura adalah pulau yang memiliki lambang merah putih berbeling dan di tempati segolongan orang madura yang mempunyai banyak logat  dari bahasa maupun dari gaya dan cara berpenampilan.
Kebanyakan orang luar madura atau orang yang berada di luar pulau madura yang belum kenal lebih dalam dengan orang madura mengatakan kalau orang madura itu

>Orang nya keras
>Tidak bisa di ajak kerjasama
>Sering bercarok atau bertengkar pakai sabuk
>Banyak akal buruk

Saya katakan madura itu luas 1 orang yang kalian anggap keras dan sering bercarok kenapa harus mengatakan semua orang madura itu buruk dan semua orang madura dikatakan sama saja, kalau anda Cuma hanya mendengar berita dari orang lain kalau madura itu buruk maka kenapa anda harus cepat percaya hal itu tanpa anda langsung mensurvey nya ke lapangan pulau madura.

Perlu anda ingat kalau anda ingin mensurvey kelapangan langsung di pulau madura maka cobalah anda terlebih dahulu ke kota madura bagian timur nya, coba dulu di kota sampang madura nya, kalau anda ingi mensurvey maka langsung lah ke perdesaan nya bukan ke perkotaan nya, kalau di per kotaannya maka anda akan lama membedakan dan menemukan survey yang anda inginkan.

Coba anda cari dulu penginapan sebelum mensurvey alangkah baiknya anda cari penginapan terlebih dahulu, untuk pertama anda boleh langsung ke desa tarjan rabasan sampang, disana anda bisa catat sikap dan cara logat gaya dan bahasa nya seperti apa, and akan menemukan kesopanan dan anda akan di sambut dan coba lah anda ajak ngobrol sesuka hati , bila di tawar makan cobalah makan jangan malu yang penting anda tidak nampik atau pilah-pilih makanan, coba anda puji makanan nya dan lanjutkan percakapan anda bila ditawar untuk tidur maka  tidurlah tidak apa-apa dan tidak ada masalah, setelah itu anda akan menemukan jawaban nya,

>Menurut anda orang madura seperti apa
>Apa pendapat anda tentang orang madura
>Pengalaman apa yang akan kamu sampaikan kepada teman mu tentang pulau madura
>Wisata mana yang akan kamu kunjungi kembali di madura

 

Kalau lagi membicarakan wisata saya akan mengajak anda untuk mendengarkan pengalaman saya tentang wisata terindah di pulau madura saya di tahun kemaren tapatnya wisata pulau+pantai mandangin.

Mandangin adalah Pulau kecil yang terpecil yang masuk ke kabupaten sampang yang jumlah penduduk nya sudah hampir 3000 penduduk, [ mandangin kepanjangan dari mandeng angin atau memandang angin ] kenapa demikian karna menurut saya pribadi mandangin itu kan pulau yang berada di tengah laut madura jadi tentu akan di selingi angin laut yang terus menerus tanpa henti siang malam ada nya angin laut yang sangat deras masuk tubuh.

Jalan menuju pulau mandangin itu dari barisan sampang atau terminal sampang coba cari angkot atau bisa pakai becak dan mintalah di antarkan ke tanglok, paling sampai 3 menit pakai angkot  dan 7 menit pakai becak, saran saya sebelum anda ke pulau mandangin ada baik nya jangan pernah sendirian dan bawalah bekal secukup mungkin karna untuk cemilan disana lumayan mahal karna disana pulau jauh dari kota.

 

Ketika itu saya dan 2 teman saya ingin berliburan ke pulau mandangin yang kebetulan disana tidak pernah atau tidak lumrah di buat wisata oleh orang madura karna saya penasaran dengan pulau kecil itu maka saya ber tiga beranikan diri untuk berlibur di pulau mandangin sampang madura.

                           Ketika mau berangkat ke tanglok dari rumah.

Saya berangkat ke tanglok jam 1 an siang dan saya sampai ke tanglok jam 2:30 dan disana saya dan teman kebingungan mau ngapain karna kapal perahunya untuk memuat ikan, saya cari kapal perahu penumpang gak ada jadi saya tanya ke orang sana dan kebetulan orang yang saya tanya itu orang mandangin, saya tanya perahu menuju mandangin mana ya buk....!! disini tidak ada perahu khusus wisata Nak, kalau anak mau ke mandangin anak ini ikut perahu ikan ini biaya ikut perahu ke mandangin 10000 nak, tapi kalau berangkat nanti jam 3 shore nak jadi nak tunggu saja dulu nanti banyak nak orang yang ikut perahu ini....

Jadi saya dan teman ngikut saja dan benar setelah jam 3:20 wib ada pengumuman kalau perahu akan segera berangkat dan semua orang ber bondong masuk rebutan tempat duduk yang nyaman,sendal di bawa tapi di pegang jangan di pakai, Karna nanti gak ada kursi namanya juga perahu.

Sampai perahu saya bertiga duduk dan nunggu perahu full kisaran isi perahu 20 orang penumpang, setelah full perahu berjalan dan mengarungi sungai kecil dulu sekitar 100 meteran baru masuk lah perahu ke dasar laut yang sangat luas, disana biasanya anda akan melihat ikan hiu namun jarnag sekali, setelah di pertengahan laut ongkos di tagih semuanya 10.000 per orang, saya sangat menikmati suasana tengah laut itu ketika itu lagi mendung jadi tidak melihat terbenamnya matahari dari dasar laut.







           Kumpulan foto-foto saya bertiga ketika di perahu.



Setelah jam 5an shore saya hampir sampai dan melihat dari dasar laut rumah yang padat dan berisi banyak umat juga teratur banyak lampu yang sudah di hidupkan disana, setelah sampai nya di dermaga mandangin saya baru merasakan hawa yang lain, hawa layaran ikan, disana di pinggir darmaga sudah banyak parkiran perahu penangkap ikan yang berbaris rapih.

Setelah saya turun dari kapal perahu saya melihat semua orang yang sangat beda dan sangat sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing , kebetulan sudah adzan magrib jadi saya bertiga langsung menuju ke masjid , masjid nya tidak jauh karna dari darmaga saja sudah kelihatan masjid nya jadi tinggal jalan melurus saja dr darmga tersebut, disana lucu saya lihat nya banyak orang dan banyak permainan anak kayak di perkotaan besar.

Sampainya di mesjid saya langsung ke tempat  berwudhu kita gantian menjaga barang yang kita bawa, setelah teman saya berwudhu teman saya spoontan bilang awwww, saya tanya kenapa katanya airnya air asin, saya gak percaya jadi saya coba langsung berwudhu juga dan pada saat siaraman wajah pertama memang benar airnya ke bibir saja sudah terasa asin nya dan tegrasa perih di mata , aduh ampun dah walaupun gak masuk mulut air asin itu kayak memaksa mau masuk ke mulut, pas saya kelar wudhu karna mulut masih terasa asin jadi saya langsung minum aqua yang kita bawa buat bekal haus untuk ngilangin rasa asin yang sangat tajam.

Setelah itu saya bertiga langsung menuju ke masjid dan bersholat maghrib dengan khusuk heheheee, selesai sholat kita langsung kembali ke darmaga niat mau istirahat dan tidur di pinggir panntai dan akan melanjutkan liburan nya besok pagi nya, disana kita tiduran di pinggir darmaga kayak orang gak punya keluarga, disana kita sambil makan roti bekal buat lapar, kita makan sambil melihat pemandangan malam hari dan laut yang meggoiyangkan semua kapal perahu, sungguh sangat indah teras walau angin sangat besar meniup badan dan hidung kita.

Sudah lumayan lama sekitar jam 11 an kita gak bisa tidur karna terlalu banyak angin jadi kita walau sudah makan roti kita terasa lemes dan kurang tenaga jadi kita memutuskan untuk cari warung dan kita menemukan warung di darmaga [ sebenarnya kita bawa bekal roti dan air karna yang saya dengar gak ada orang jualan dan air disana asin tapi ternyata setelah sampai ke mandangin banyak toko dan warung berjejeran menunggu pembeli hehe jadi saya bertiga lumayan ketaawa berat-berat bawa bekal bikin malu aja hehe ] nah setelah itu kita masuk ke warung itu dan builang kalau lauk nya usdah habis dek, kebetulan ada mie jadi saya tanya itu mie bisa kan di masak kasih nasi dan alhamdulillah bisa, jadi kita makan mie soto pakai nasi.

Setelah perut kita lumayan terisi jadi 2 teman lainnya ngerokok dan saya tidak karna tidak merokok biasa anak sehat gak mau punya penyakit cepat-cepat semoga saya di jauhkan dari segala hal penyakit aminnnnn, setelah itu kita di tanya sama ibu warung

>adek ini mau kemana....!!! kita mau berlibur saja buk disini
> oww adek mau berlibur lalu adek disini punya keluarga kah....!!! tidak buk
> lah terus mau tidur dimana dek....!!! ya tidur di pinggir darmaga saja buk gak apa-apa sudah biasa buk , nah kebetulan ada pemuda yang beli kopi dan ibu ceritakan tentang kita bertiga dan pemuda itu bertanya
> mas nya mau berlibur ke pantai apa ke candi ....!!! saya mau ke dua-duanya mas,
> lalu mas mau tidur dimana mas....!! di pinggir dermaga
> bagaimana kalau geng saya mengantarkan mas ber tiga ke candi, gak usah takut mas kami baik kok, nanti kita semua sekalian tidur disana mas bareng-bareng di pinggir candi nya...!!! saya ber tiga diskusi dulu dan akhirnya positif mengikuti mas nya ini walau ada keraguan rasa takut yang menjengkel di benak kita bertiga,

Kita ber tiga di antar langsung ke candi tersebut dengan tiga speda motor dan kita melewati gang-gang perumahan yang dimana ada yang terang atau ada lampunya dan ada yang lampunya padam,karna saya penasaran jadi saya langsung menanyakan ke pengemudi yang saya tumpangi gonceng,
>mas kenapa saya lihat ada yang rumah nya terang dan ada yang rumah ya gelap mas ya....!!!! mas nya jawab kalau itu sudah biasa di mandangin mas, ini akibatnya karna daya listrik di mandangin yang kurang kuat jadi tidak stabil makannya ada yang hidup ada yang mati lampu mas,ini sudah makanan orang mandangin mas,kita disini jauh dari kabupaten sampang mas jadi kita kurang begitu di lirik oleh kabupaten sampang mas karna beda pulau.

Jadi saya sangat tersentuh dengan cerita nya mas tadi dan saya merasa kalau disini memang masih kekurangan tenaga listrik yang sempurna di banding kan di desa tempat saya tinggal,
Setelah di perjalanan menuju ke candi kita melewati jalan kayak hutanan gt, karna saya baru mengenal dengan mas ini jadi kita ber tiga mulai merasa takut dan merasa kita akan di rampok,

Setelah sampainya di candi dengan ombak laut yang sangat besar kita menunggu teman se geng nya mas itu dengan nama geng teroris, saya ingat sama wajah semua nya namun saya tidak bisa ingat satu persatu total kita bertiga dengan geng teroris itu 16 orang, dan setelah semua nya datang dan berkumpul barulah kita di ajak ngobrol dan di berikan lamak atau sparbet buat duduk di pinggir pantai tersebut,kebetulan jangan ke atas candi dulu karna laut belum surut,

jadi kita bertiga di jadikan raja oleh geng teroris dan kita di hormati dan kita di berikan informasi tentang kisah dan kehidupan di pulau mandangin seperti apa, anggapan kita bertiga tentang takut di rampok dll sudah tiada karna mereka walau punya nama geng terroris tapi bukan pastinya meneror malah baik dan kita di anggap tamu terhormat oleh mereka semua, saya sangat bangga dan terharu melihat sikap mereka kepada kami semua.

Mereka mengobarkan obor malam buat kita bertiga supaya tidak kedinginan, dan kita di panggangin ikan yang terlezat dan kita di ajak bareng-bareng makan dan kita semua disitu bersatu saling tertawa dan bahagia layaknya tidak pernah ada masalah dan seperti sudah lama kenal, sampai jam 2 malam kita masih ngobrol satu sama lain menceritakan apa yang pernah terjadi di candi ini dan apa yang terjadi di pulau ini dan seperti apa gaya hidup di pulau mandangin ini.

                                 Foto saat saya bertiga di tepi laut candi membakar obor.


Barulah setelah jam 2 lewat kita semua tidur berjejeran dengan gaya anak berliburan di pantai korea hehe, saya sendiri disitu masih pura-pura tidur mau melihat apa mereka akan mengambil barang yang ada di tas kita ber tiga atau tidak, dan ternyata sampai jam 4 mereka bukanya mengambil tapi menjaga barang kita takutnya ada geng lainnya datang mengamil barang kita, karna disana bukan hanya ada geng terroris melain kan banyak geng, ya untung saja saya di pertemukan sama anak geng terroris sama allah, dan terimakasih banyak kepada geng terroris di pulau mandangin.

Setelah pagi hari kita lihat air laut sudah surut dan matahari mulai terbit .... nah disini ke istimewaan nya, saya bertiga sangat senang dan happy melihat matahari terbit dari barat dengan warna kuning agak merah bulat kayak dalam nya telor huhuuu seger di campur bahagia dan bangga karna sudah di pertemukan dengan deng terroris, setelah itu saya main foto selfie meriah mulai dari dasar surut nya laut sampai ke atas candi nya mandangin,





Tiga foto ini di dasar laut yang masih surut tepat terbitnya matahari.



            Empat foto ini tepat ber selfie di atas candi nya. 



Setelah selesai ber main foto walau wajah gak karuan karna gak bawa sabun wajah dan perawatan semacamnya, jadi kita kembali ke tempat ngumpulnya geng terroris , disana kalau manggil teman itu begini [ ayooo Leeee kesini Leee ] berlogat gaya lagu bahasa kota sumenep, saya langsung ke tempat mereka nggumpul dan kita bertiga di ajak ke rumah ketuanya geng terroris yang paling baik, dan saya bertiga ikut di gonceng dan kita masuk ke rumah nya yang lagi di bagun belum jadi, kita disana istirahat dan kita disuguhkan makanan, haduuuhhh kitabertiga bilang jangan ngerepotin gini mas, dan mas nya bilang udah mas makan aja ini rejeki mas gak boleh di tolak dan mas janga lupa habisin ya jangan ada yang kesisa.

Setelah kita makan kita berunding untuk memberikan uang sebagai balas budi baiknya selama kita disini, jadi niat nya akan memberikan uang 100.000 nanti pas mau pulang, setelah makan di tanya lagi mas nya mau ke mana lagi, dan di jawab kita bertiga ingin mandi di pantai pasir putih dekat dermaga itu mas kira-kira kapal datang jam berapa mas apa kita ada waktu buat mandi disana , sekarang jam 8 mas, nah mas nya jawab kapal datang jam 10 mas masih banyak waktu lagi mas, ayooo kalau mau ke pantai nya.

Pas disitu kita ber empat dengan mas nya anak geng lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing untuk cari ikan alias ngelaut buat cari uang, saya dan teman saya langsung mandi dan ternyata mata saya perih di kenai air laut itu dan terasa asin sekali masuk memaksa ke bibir, namun saya dan teman saya tetap melanjutkan mandi karna jernih nya air laut sampai dasar lautnya kelihatan,


Satu foto ini pada saat saya dan  teman mandi di pantai putih nya mandangin.

Setelah jam 10 an saya bergegas ke kapal perahu secepatnya dan mas itu mengantar kita bertiga sampai ke perahu, dan seperi yang sebelumnya saya bertiga diskusikan kalau saya ingin memberikan uang sebesar 100.000 buat tanda terimakasih atas jasa baik nya, namun mas nya menolak dan buru keluar dari kapal itu, dan kita bertiga bilang terimakasih banyak daari erahu itu, dan kitapun terasa galau dan gelisah meninggalkan sahabat baru yang sangat begitu baik itu, geng terroris adalah sahabat yang baru namun tidak akan terlupakan hingga kami kembali lagi kesana nanti.

Kesimpulan Persiapan sebelum anda berangkat ke pulau mandangin

1. Bawa saku yang cukup [ 200rb per orang itu sudah banyak lebih nya nanti ].
2. bawa bekal buat jaga-jaga [ roti dan minuman botol besar cukup ].
3. Bawa jaket tebal dan melebihi ukuran adan anda [ supaya bila tidur di dekat laut angin nya ombak yang begitu besar tidak langsung masuk ke badan anda ].
4. Bawa tolak angin secukupnya [ disana tengah laut jadi hindari sakit badan ].
5. bawa kamera yang bagus [ kamera android juga gak masalah yang penting ada kenangan ].




Ok karna sudah  selesai mencurahkan isi hati dan pengalaman saya tentang pulau mandangin sampang madura jadi alangkah baiknya sekian semoga di jadikan informasi terbaik buat anda yang sudah membaca nya. 




Semoga bermanfaat
Terimakasih.


 Baca juga artikel tentang pengalaman saya lainnya ....

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang blogger yang selalu memberikan motivasi baru dan menshering hal-hal yang positif.